Turbulensi didalam penerbangan

Sebelum kita terbang biasanya pilot atau kepala air crew akan memberitahukan berbagai informasi terkait dengan penerbangan yang akan ditempuh. Informasi terkait penerbangan yang terpenting adalah kota tujuan, lama terbang, ketinggian jelajah dan kondisi cuaca selama penerbangan.

Ketinggian jelajah rata rata unruk penerbangan domestik adalah 33 ribu kaki untuk penerbangan diatas 2 jam dan 29 ribu kaki untuk penerbangan jarak pendek. Kondisi cuaca yang perlu diwaspaspadai oleh pilot adalah adanya awan cumulonimbus yang dalam informasi meteorologi disingkat dengan cb. Awan cb ini bisa mengakibatkan pesawat terangkat atau terhempas karena adanya perbedaan tekanan udara yang ekstrim didalamnya. Selain itu juga kita sering memasuki areal yang membuat pesawat mengalami turbulensi. Turbulensi ringan biasanya tidak mempengaruhi kenyamanan tetapi kadang terjadi turbulensi yang berat sehingga semua penumpang diminta duduk kembali dan mengenakan sabuk pengaman, bahkan pramugari yang sedang melayani minum diminta kembali ke pantry.

Jika kita mengalami turbulensi kita harus tetap tenang, jangan panik, kembali ke tempat duduk dan pasang sabuk pengaman. Yang paling utama adalah berdoa karena tidak ada yang dapat kita lakukan kecuali menyerahkan diri kepada yang maha kuasa. Pada kondisi yang parah turbulensi dapat menyebabkan keluarnya masker pernafasan yang terletak diatas kursi penumpang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *